Showing posts with label Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan. Show all posts

6/13/09

Di Indonesia ada UFO..?!

wawW....di Indonesia ad UFO bNer gaG seH...?!
Sebelum melangkah Lbih jauh..:D mengetahui keberadaan UFO di Indonesia, di postingan sebelumnya ada sedikit tentang Apa itu UFO?

Ehh...trnyata di Indonesia ada UFO juga lhO....(p'Caya ato gaG..t'Srah..:-) AnDa..)
akan tetapi, nieh ada foto-foto yang teLah berhasil "tertangkap di Langit Indonesia



Nieh...

UFO di gunung Agung, Bali Dipotret tanggal 17 Agustus 1973 oleh seorang wisatwan Jepang Ryo Terumato






UFO di lepas pantai Cimalaya pada tanggal 22 September 1975, oleh Ir. Tony Hartono (alm)






Salatiga, 2003, difoto oleh David Yacobus Hengkengbala.






hemmMM...ituLah tDi beberapa Jepretan yang berHasil saya temukan..:D
But..Apakah Anda percaya dengan smua itu..?! ya..Jawaban ada di tangan Anda..
Percaya ato tidak..what ever lah....:D?!

Selengkapnya..

3/4/09

Sawah Kota Kian Habis Termakan Bangunan

Terkikisnya sawah di Kota Malang hingga saat ini menjadi pemikiran serius Pemkot Malang. Apalagi, belum ada kebijakan tentang substitusi atau pengganti sawah perkotaan yang habis termakan bangunan ruko maupun perumahan. Padahal, di bagian lain Kota Malang dituntut mempertahankan produksi padi.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Disperta) Kota Malang Niniek Suryantini membenarkan kondisi tersebut. Karenanya, disperta terus

berupaya mempertahankan sawah-sawah di Kota Malang. Sebab, langkah menambah lahan baru jelas tidak mungkin. Karena, kondisi kota terus berkembang. "Susah memang, apalagi tidak ada peraturan alih fungsi sawah menjadi bangunan maupun pengganti lahan sawah," kata Niniek, kemarin.

Berdasarkan data disperta, saat ini area persawahan di Kota Malang masih menyisakan sekitar lima ribu hektare dengan pengairan irigasi teknis. Angka ini jelas lebih kecil dibanding 10 tahun lalu. Sebaran sawah itu paling banyak di Kecamatan Lowokwaru, menyusul Sukun, Kedungkandang, dan Blimbing. Sedang Kecamatan Klojen sudah tidak lagi sebagai lumbung penghasil padi, karena habis untuk bangunan. Sedang potensi satu hektare sawah bisa menghasilkan antara 6-8 ton padi. "Ini yang harus tetap dipertahankan. Kami mencoba rancang berbagai cara," beber dia.

Langkah-langkah yang dimaksud Niniek adalah membangun komitmen dengan petani agar tidak mudah menjual sawah. Sebagai imbalan, Pemkot terus membangun dan memperbaiki saluran irigasi. Termasuk, memberi kemudahan para petani untuk mendapatkan fasilitas modal. "Kami berharap langkah ini berhasil. Karena dengan kondisi sekarang saja kebutuhan beras di kota belum tercukupi. Kebutuhan lain banyak disuplai dari luar kota," terang Niniek. (nen/lia)

Taken From Jawa Pos
Selengkapnya..

  ©Template Blogger Green by Dicas Blogger.

TOPO